Minggu, 10 Juli 2011

Merenda Kata Berbagi Cerita tentang Rajut dan Renda


 

Dengan senang hati kami akan membagikan cerita mengenai merenda maupun merajut.

Merenda sering disalahartikan dengan merajut. Istilah lain untuk merenda dan merajut adalah;
-          merenda   : hakken (bhs belanda), crochet (bhs inggris)
-          merajut     : breien (bhs belanda), knitting (bhs inggris)

Produk dari kami (Eric&Bindy), lebih berfokus pada crochet. Akan tetapi kali ini kami akan berusaha berbagi cerita mengenai keduanya.

Persamaan antara crochet & knitting, keduanya adalah seni dalam manautkan/mengaitkan benang menggunakan jarum.

Perbedaan keduanya terletak pada cara, alat, serta hasil/motif yang terbentuk.
Pada knitting, digunakan sepasang jarum panjang berujung runcing (seperti sumpit), dan pada saat proses merajut kedua tangan masing-masing menggenggam satu buah jarum. Sedangkan crochet hanya menggunakan sebatang jarum yang ukurannya lebih pendek daripada jarum kniiting, serta berujung bengkok sebagai pengait. Variasi motif yang dihasilkan antar keduanya tentu saja berbeda. Untuk produk pabrikan, biasanya yg digunakan adalah metode knitting karena telah terdapat mesin rajut knitting yang mampu memproduksi secara masal. Sedangkan untuk crochet, sampai saat ini belum terdapat mesinnya.

Paradigma yang menganggap bahwa produk pakaian rajut maupun renda adalah  panas, tebal dan old fashion tentu saja salah. Karena saat ini telah banyak designer crochet maupun knitting yang dapat menciptakan model baju yang sangat cantik, elegan, klasik, dan dengan variasi motif yang luar biasa beragam serta indah. Di Indonesia sendiri kini telah banyak pecinta crochet maupun knitting yang mengadopsi motif-motif dari luar negeri yang umumnya didominasi dari Jepang.

Lamanya waktu yang dibutuhkan hingga menghasilkan suatu produk seperti baju berbeda-beda tergantung banyak faktor, yaitu :
-          ukuran, semakin besar ukurannya tentunya akan semakin lama waktu yang dibutuhkan.
-          motif,  semakin rapat dan rumit motif yang digunakan maka akan semakin lama pula waktu yang dibutuhkan.
-          Ketebalan/ukuran benang, semakin besar ukuran benang yang digunakan, pada umumnya akan semakin cepat waktu yang dibutuhkan. Akan tetapi benang yang digunakan di Indonesia (khususnya untuk pakaian), adalah benang yang berukuran sedang hingga kecil. Hal ini berkaitan dengan iklim di Indonesia yang tropis, sehingga jika benang yang digunakan terlalu tebal maka baju yang dihasilkan nantinya akan tebal dan terasa panas jika digunakan.
-          Human, mengingat crochet maupun knitting ini adalah karya seni, maka faktor ketrampilan (skill) dari si pengrajin sangat mempengaruhi lamanya proses pengerjaan. kerapihan dan keindahan produk yang akan dihasilkan.
Pada umumnya proses pengerjaan pakaian fashion misalnya bolero dapat diselesaikan berkisar antara 4 hingga 7 hari; jenis rompi berkisar 7-10 hari, sedangkan pakaian berukuran besar dan panjang dapat menghabiskan waktu 10-15 hari. Untuk menghasilkan suatu produk crochet maupun knitting yang indah, berkualitas dan unik maka sebaiknya satu pakaian disarankan hanya ditangani satu orang dari awal hingga selesai. Alasannya karena jika satu pakaian berpindah tangan atau dikerjakan oleh orang lain yang berbeda maka akan terlihat perbedaan dari sisi kerapihan, & keindahan produk secara keseluruhan akibat tarikan benang yang tidak sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar